Test Online

Posted by dade On Selasa, 23 Oktober 2012 2 komentar
Untuk ujian Online klik disini
READ MORE

Aku Sudah Buktikan

Posted by dade On Rabu, 19 September 2012 0 komentar
      Kegiatan seleksi apapun itu jenisnya terkadang menjadi momok bagi setiap orang.Hal ini dapat dipahami karena untuk menghadapi kegiatan seperti itu perlu banyak persiapan.baik persiapan pisik maupun psikis..Dalam tulisan dibawah ini penulis akan menceritakan beberapa tips dan trik yang tel;ah penulis lakukan untuk menghadapi dua kegiatan seleksi pada tahun ini. Moto yang penulis ambil adalah "Vini Vidi Vici" yang artinya saya daftar, saya kerjakan, saya berdoa, saya bersabar dan tawekal. Tentunya arti bahasa sesungguhnya bukan itu. tapi penulis lebih cocok untuk menafsirkannya ke arah keyakinan.
      Para pembaca yang baik, Dalam tahun ini ada dua seleksi yang secara tidak langsung saling berhubungan. Yang pertama adalah seleksi Guru berprestasi  yang kedua seleksi calon kepala sekolah. Bukan berniat sombong tapi hanya ingin memberikan fakta bahwa kedua seleksi ini dapat penulis lewati dengan hasil yang  memuaskan. Penulis mengatakan memuaskan karena target yang telah direncanakan dapat dicapai. Penulis tidak mentargetkan untuk menjadi juara 1 tingkat provinsi, karena penulis sadar bilamana terpilih jadi utusan provinsi akan bertambah banyak lagi beban dan tanggung jawab yang harus diemban.Oleh sebab itu penulis hanya mentargetkan juara ke 4 dari 26 peserta. Namun Allah mentakdirkan lain, ternyata penulis terpilih menjadi juara 3 tingkat. provinsi. Sungguh sebetulnya hasil yang melebihi target.Namun itu mungkin sudah kehendak Yang Kuasa. Rasa Syukur tak henti hentinya penulis ucapkan,juga rasa terima kasih kepada rekan -rekan semua yang mensuport penulis secara langsung ataupun tidak langsung.
     Kegiatan yang kedua yang baru-baru ini dilaksanakan adalah seleksi calon kepala sekolah.Penulis tidak mentargetkan keberhasilan dari seleksi ini karena penulis faham bahwa seleksi ini kata orang sarat dengan muatan politik dan berbagai kepentingan. Namun yang terbersit dari hati penulis adalah niat baik untuk mencoba dan menggali ilmu dari pengalaman sebagai peserta seleksi. Ada sebuah kalimat yang tersimpan dihati penulis yang datangnya dari seoorang pengawas yang berprestasi. Penulis pernah bertanya pada beliau mengapa beliau bisa menjadi pengawas berprestasi.Jawabannya cukup simple dan logis. " Saya berhasil karena saya mendaftarkan diri".
      Jawabannya seperti guyonan, namun apabila dicermati memang benar apa yang beliau katakan itu. Tidaklah mungkin seseorang ada ditempat itu apabila dia tidak datang ke tempat tersebut. Artinya tidaklah mungkin kita menjadi juara apabila kita tidak berlomba. Kira- kira itu maknanya. Sekarang ini penulis akan menceritakan langkah-langkah apa yang telah  dilakukan sehingga dapat meraih peringkat 3 guru berprestasi tingkat provinsi dan calon kepala sekolah tahun ini :
1. Persiapkan segala sesuatunya dengan rentang waktu yang cukup lama
      
2. Rencanakan apa yang hendak dilaksanakan dalam satu tahun berjalan
3. Rinci rencana mana yang paling esensi/penting
4. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kegiatan-kegiatan tersebut
5. Pelajari hal-hal yang mungkin akan menjadi permasalahan bagi kita
6. Temukan alternatif solusinya
7. Pilih solusi terbaik yang aplikabel,reasonable, dan responsible
8. Kerjakan dengan kondisi pisik dan psikis yang baik
9. Kerjakan dengan hati yang ikhlas tdiak ambisius
10.Syukuri apa yang ada

READ MORE

Reading Assessment

Posted by dade On Rabu, 18 April 2012 1 komentar

Practice makes perfect, that's the wise man said. I'll give you the chance to do that. Please, try to play this quiz. I guarantee you'll be happy. click here.
READ MORE

Andai Aku Bisa jadi "GURU BERPRESTASI"

Posted by dade On Sabtu, 31 Maret 2012 1 komentar

Pendidikan menjadi kebutuhan kedua setelah sembako,hal ini dirasakan tatkala seseorang menyadari bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mewujudkan manusia yang memiliki kemampuan untuk paling tidak survive dalam kehidupan. Seperti disampaikan dalam Undang-undang bahwa makna pendidikan adalah melatih dan untuk medapatkan empat kecakapan hidup, yakni kecakapan hidup personal, akademik, sosial dan vokasional maka tidaklah heran kemudian semua orang berpendapat sama bahwa sesorang yang dapat sukses dalam kehidupannya adalah orang yang berpendidikan.
Jenjang pendidikan yang telah diraih oleh sesorang biasanya menjadi tolok ukur kemampuannya sehingga banyak fakta dilapangan yang mendefinisikan jenjang pendidikan dengan posisi kerja atau jabatan. Bila seseorang meraih jenjang pendidikan tinggi,sudah bisa dipastikan dia akan menndapatkan posisi atau jabatan yang tinggi dengan asumsi bahwa orang tersebut memiliki wawasan dan kemampuan yang tinggi pula.Sebaliknya bila seseorang memilki pendidikan yang lebih rendah,maka sebaliknya pula asumsi tentang dirinya.Konsekuensinya pendidikan menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan suatu kedudukan,penghasilan,kehormatan dalam kehidupan nyata.
Jenjang pendidikan dasar yakni SD dan SMP atau sederajatnya yang menjadi pondasi sesuai denga tujuan pendidikan nasional yakni meletakan dasar dasar ilmu pengetahuan menjadi trend pendidikan wajib bagi seluruh warga di tanah air kita. Pendidikan gratis bagi jenjang pendidikan dasar diimplementasikan dengan adanya suatu dana yang dikucurkan oleh negara yang disebut dengan Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) sehingga tidak ada cerita lagi bangsa indonesia yang tidak mengeyam pendidikan dasar.
Dengan adanya BOS, sekolah dapat melaksanakan semua aktifitas sekolah dengan mengikuti PP no 19 tahun 2005 berkenaan dengan Standar Nasional Pendidikan. Salah satu standar yang dapat dikembangkan dari ke delapan SNP ini yakni Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan. Dengan dana BOS ini tenaga pendidik dapat ditingkatkan kompetensinya dengan mengikutsertakan para pendidik pada forum ilmiah,seperti seminar,workshop,IHT,diklat dan pelatihan-pelatihan yang lain.Kegiatan-kegiatan ini bisa didanai oleh BOS sebesar 20 % dari dana keseluruhan.
Bicara tentang pendidikan,penulis sebagai seorang pendidik ingin mencoba berbagi tentang pengalaman diri berkenaan dengan apa yang telah dan sedang penulis lakukan disaat proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas.Dengan tulisan tulisan ini mudah -mudahan menjadi pencerahan bagi kita semua sebagai tenaga pendidik yang sebagian besar sudah merupakan tenaga pendidik profesional.
Dimulai dari kata Profesional, penulis merasakan bahwa kata itu cukup berat untuk disandang. Pertanyaan ini muncul tatkala penulis berinstrofeksi diri dengan pertanyaan "Sudahkan saya ini menjadi guru yang profesional". Hampir semua guru di tanah air ini memiliki sertifikat keprofesionalan dirinya, akan tetapi saya merasa belum yakin bahwa semuanya tahu akan kata "profesional" tersebut. Tapi sudahlah kita tak perlu membahas tentang definisi tersebut yang penting apakan kinerja kita sudah sesuai dengan predikat tersebut terutama kinerja kita di dalam kelas. (berlanjut)


READ MORE