Ada dinamika baru dalam dunia pendidikan di awal tahun ajaran 2010-2011 ini.Kesan meningkatkan mutu pendidikan mulai terlihat jelas dimata pemerhati pendidikan. Perasaan khawatir pelanggan skunder dari pendidikan akan tujuan dan: hasil dari proses pendidikan di sekolah sedikit-demi sedikit mulai terkikis dengan adanya secercah harapan dari suatu kegiatan yang berfokus pada guru.: Guru yang selama ini menjadi panutan bukan saja bagi siswa maupun bagi masyarakat dimana guru itu tinggal. dituntut kinerja optimal yang optimal.Banyak program yang ditawarkan dari pemerintah guna mening katkan kinerja guru,salah satu diantaranya adalah program sertifikasi guru yang telah dan sedang dilaksanakan sejak 2006 hingga sekarang dan program ini tidak hanya memfokuskan pada peningkatan kompetensi guru namun juga peningkatan taraf ekonomi guru itu sendiri.Program pemerintah lain yang sedang membuming di wilayah Jawa Barat adalah Lesson Study.
Lesson Study merupakan suatu program terbaru yang ditawarkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dari para guru akan prinsip peningkatan kualitas pembelajaran di dalam kelas.Lesson study yang bercikal-bakal dari kegiatan yang sudah terbiasa dilakukan oleh bangsa Jepang seratus tahun yang lalu memiliki karakter tersendiri dan berbeda dengan konsep PTK (Car) yang ditawarkan oleh konseptornya yakni David Nunan.Lesson study lebih memfokuskan pada efektiftas aktifitas siswa pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas selama proses pembelajaran sedang berlangsung.
READ MORE
Lesson Study merupakan suatu program terbaru yang ditawarkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dari para guru akan prinsip peningkatan kualitas pembelajaran di dalam kelas.Lesson study yang bercikal-bakal dari kegiatan yang sudah terbiasa dilakukan oleh bangsa Jepang seratus tahun yang lalu memiliki karakter tersendiri dan berbeda dengan konsep PTK (Car) yang ditawarkan oleh konseptornya yakni David Nunan.Lesson study lebih memfokuskan pada efektiftas aktifitas siswa pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas selama proses pembelajaran sedang berlangsung.
Pemahaman akan type kepeimimpinan transformasional menggugah penulis untuk segera melepaskan paradigma lama yang ada di lingkungan kerja penulis. Paradigma lama tersebut adalah Paradigma yang selalu dianut oleh warga sekolah dengan julukan senioritas yang telah menelikung generasi muda untuk berinovasi,berkreasi dan
melakukan kreativitas. Dengan melihat hal tersebut penulis coba ubah dengan paradigma dengan julukan Potentialitas artinya warga yang memiliki potensi dan kemampuan untuk mengembangkan instansinya,maka dialah yang akan memiliki legal formal untk menjadi para pembantu atau pengarah pimpinan. Meskipun hal itu dirasa sangat berat sekali, terutama dalam mengubah mind set SDM, namun dengan berbekal kenyakinan dan itikad yang baik untuk membawa semua warga kearah yang lebih baik penulis terus menerus melakukan pendekatan persuasive guna merangkul dan meleading semua lapisan mewujudkan visi instansi. Pro dan kontra pasti ada. Pihak yang pro penulis anggap sebagai sahabat yang siap untuk sama-sama berjuang,semenatara yang kontra penulis anggap sebagai teman yang ingin meluruskan apa yang akan dilakukan oleh penulis dan sahabat-sahabatnya.Keduanya sangat penting dan tidak perlu dihilangkan salah satu dari kedua pihak tersebut.
Dari pemahaman konsep yang didapat penulis, baik dari perkuliahan atau referensi buku, penulis mencoba untuk mengajak semua warga untuk melek teknologi.Hal ini perlu dilaukan karena selain menjadi prasyarat bagi semua warga sebagai konsekuensi dari status instansi penulis yang disetarakan dengan Negara OECD akan tetapi juga karena dorongan perkembangan jaman. Selain itu penulis mengajak semua warga untuk memahami manjemen sekolah yang transparan dan akuntable. Penyusunan TUPOKSI yang jelas, dan menanamkan cinta perubahan. (berlanjut)
READ MORE
melakukan kreativitas. Dengan melihat hal tersebut penulis coba ubah dengan paradigma dengan julukan Potentialitas artinya warga yang memiliki potensi dan kemampuan untuk mengembangkan instansinya,maka dialah yang akan memiliki legal formal untk menjadi para pembantu atau pengarah pimpinan. Meskipun hal itu dirasa sangat berat sekali, terutama dalam mengubah mind set SDM, namun dengan berbekal kenyakinan dan itikad yang baik untuk membawa semua warga kearah yang lebih baik penulis terus menerus melakukan pendekatan persuasive guna merangkul dan meleading semua lapisan mewujudkan visi instansi. Pro dan kontra pasti ada. Pihak yang pro penulis anggap sebagai sahabat yang siap untuk sama-sama berjuang,semenatara yang kontra penulis anggap sebagai teman yang ingin meluruskan apa yang akan dilakukan oleh penulis dan sahabat-sahabatnya.Keduanya sangat penting dan tidak perlu dihilangkan salah satu dari kedua pihak tersebut.
Dari pemahaman konsep yang didapat penulis, baik dari perkuliahan atau referensi buku, penulis mencoba untuk mengajak semua warga untuk melek teknologi.Hal ini perlu dilaukan karena selain menjadi prasyarat bagi semua warga sebagai konsekuensi dari status instansi penulis yang disetarakan dengan Negara OECD akan tetapi juga karena dorongan perkembangan jaman. Selain itu penulis mengajak semua warga untuk memahami manjemen sekolah yang transparan dan akuntable. Penyusunan TUPOKSI yang jelas, dan menanamkan cinta perubahan. (berlanjut)
Ungkapan bahwa pendidikan sebagai suatu kebutuhun imvisible dalam kehidupan merupakan pernyataan yang tak bisa dipungkiri oleh semua orang.Hasrat untuk tetap survive di era globalisasi ini memerlukan suatu senjata yang akurat guna menghadapi semua tantangan dan rintangan yang secara terus menerus menghadang dan menghantam kita semua.Senjata tersebut adalah ilmu.Dengan ilmu manusia dapat bertahan hidup,mengisi hidup dan dapat melakukan sesuatu yang berarti untuk kehidupannya.Namun Ilmu bagaikan pedang yang kedua belah sisinya tajam. Dua sisi tersebut akan tergantung pada siapa dan apa tujuan dari penggenggamnya.satu sisi ilmu dapat digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan maslahat untuk umat manusia,namun di sisi lain ilmu juga dapat menimbulkan keruksakan bahkan kehancuran dunia ini.Dari kedua sisi ini penulis hanya ingin mengajak rekan pembaca untuk memanfaatkan ilmu itu guna kepentingan kemajuan dan kedamaian umat manusia.Seperti yang dirasakan dan disadari oleh penulis sekarang ini dengan ilmu yang didapat selama mengikuti perkuliahan ataupun dari berbagai referensi yang telah dibaca,penulis dapat mengaplikasikan teori-teori tersebut di lapangan dimana penulis bekerja.Dengan didasari ilmu dan teori-teori yang didapat smakin menambah kepercayaan diri untuk melangkah tegap tanpa keraguan untuk melaksanakan semua tugas dan kewajiban.Terlebih dari itu penulis mampu untuk melakukan terobosan-terobosan baru sesuai dengan pendekatan Visionery dan transsformational leadership.(berlanjut)
READ MORE
There is new education paradigm in sub-province Garut with a support of the aid from DBE3 in the form of trainings for partner and non partner school teachers. This Paradigm has opened understanding to all teacher to conduct their duty eminently and more professional. In other hand, basic concept offered in trainings has led the teachers to start to have critical thinking of study stressfulness in class through an activity named as team teaching and partnership.
If we comprehend furthermore the soul of the training held by DBE3 tends to improve awareness and an understating of what often told with term Lesson Study (LS) or Classroom Action Research(CAR). This condition can be seen from partnership activity conducted by facilitators to the teachers that has conducted teaching process in the classroom.
Partnership activity tends to inspire their awareness of insuffiency ,constraint and weakness existing at he/she or at its environment. Teacher that execute study in class will be led to feel any less at its it-self and environment during teaching and learning take place. More over, teacher is directed to solve their problems and the most important is they must have strong willing to conduct teaching learning process better in the next period.
READ MORE
Partnership activity tends to inspire their awareness of insuffiency ,constraint and weakness existing at he/she or at its environment. Teacher that execute study in class will be led to feel any less at its it-self and environment during teaching and learning take place. More over, teacher is directed to solve their problems and the most important is they must have strong willing to conduct teaching learning process better in the next period.
Ada yang baru dari pemikiran tentang pendidikan di kabupaten Garut. Hal itu terkuak dengan adanya sertifikasi guru dalam jabatan. Konsentrasi guru dalam mengajar cenderung terganggu dengan adanya harapan mendapatkan tunjangan sertifikasi yang menjanjikan. Ini dapat dilihat dari diskusi,seminar atau acara-acara formal yang dihadiri oleh para guru sedikit banyak mengulas akan apa yang disebut dengan sertifikasi.
READ MORE
Harapan tersebut telah mendorong guru untuk melakukan dua hal yang kurang relevan dengan tugas dan kewajibannya sebagai guru. Kegiatan tersebut sekilas tampak seperti usaha guru untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya,namun apabila diteliti lebih lanjut tampak jelas bahwa mereka mengikuti atau melakukan hal tersebut hanya dilatarbelakangi oleh satu kepentingan yaitu demi bukti fisik untuk pelengkap portofolio sertifikasi.
Salah satu instrumen penilaian dari portofolio adalah dengan memasukan sertifikat pelatihan atau diklat yang telah diikuti. Tidak hanya sertifikat atau piagam penghargaan yang relevan dengan pendidikan saja yang mendapatkan penilaian, akan tetapi sertifikan dan piagam yang tidak relevan pun masih diperhitungkan.Artinya tidak akan ada istilah "sampah" bagi jenis kertas seperti itu. Yang terjadi sekarang ini adalah banyak guru yang berkonsentrasi untuk berlomba-lomba mendapatkan berbagi jenis sertifikat atau penghargaan dengan tanpa mengutamakan kewajibannya sebagai guru. Terkadang guru memiliki pemikiran bahwa konten dari suatu kegiatan kurang begitu penting dan bahkan mereka berfikir bahwa sertifikat/ piagam adalah yang utama.Bila sudah seperti itu maka makna dari suatu kegiatan sudah pupus dengan sendirinya.
Konsentrasi guru dalam melaksanakan pembelajaran didalam kelas terganggu dengan adanya harapan ingin segera mendapatkan tunjangan sertifikasi. Terlebih dengan adanya gap antara guru yang telah tersertifikasi dengan guru yang belum tersertifikasi. Seringkali guru yang belum tersertifikasi merasa iri dengan yang telah tersertifikasi terlebih guru tersebut memang dinanggap tidak layak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Hal itu di dapat dari berbagai sumber dari berbagai sekolah.
Untuk menghindari dua hal tersebut, marilah kita pikirkan bersama pemecahannya.
Salah satu instrumen penilaian dari portofolio adalah dengan memasukan sertifikat pelatihan atau diklat yang telah diikuti. Tidak hanya sertifikat atau piagam penghargaan yang relevan dengan pendidikan saja yang mendapatkan penilaian, akan tetapi sertifikan dan piagam yang tidak relevan pun masih diperhitungkan.Artinya tidak akan ada istilah "sampah" bagi jenis kertas seperti itu. Yang terjadi sekarang ini adalah banyak guru yang berkonsentrasi untuk berlomba-lomba mendapatkan berbagi jenis sertifikat atau penghargaan dengan tanpa mengutamakan kewajibannya sebagai guru. Terkadang guru memiliki pemikiran bahwa konten dari suatu kegiatan kurang begitu penting dan bahkan mereka berfikir bahwa sertifikat/ piagam adalah yang utama.Bila sudah seperti itu maka makna dari suatu kegiatan sudah pupus dengan sendirinya.
Konsentrasi guru dalam melaksanakan pembelajaran didalam kelas terganggu dengan adanya harapan ingin segera mendapatkan tunjangan sertifikasi. Terlebih dengan adanya gap antara guru yang telah tersertifikasi dengan guru yang belum tersertifikasi. Seringkali guru yang belum tersertifikasi merasa iri dengan yang telah tersertifikasi terlebih guru tersebut memang dinanggap tidak layak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Hal itu di dapat dari berbagai sumber dari berbagai sekolah.
Untuk menghindari dua hal tersebut, marilah kita pikirkan bersama pemecahannya.
