Berawal dari sebuah kebijakan pemerintah yang tidak kuat landasan hukumnya,terbentuklah sebuah sekolah dengan label yang cukup keren.Semangat menciptakan sekolah berkualitas sangat jelas kelihatan secara kasat mata dari sarana-prasarana yang berbeda dengan sekolah pada umumnya,belum lagi program-program yang hampir dikatakan menggapai langit serta harganya pun selangit bila harus didanai BOS,tentu saja menjadi sekolah impian bagi semua kalangan masyarakat.Namun sebanding dengan faktanya,biaya untuk masuk sekolah itu pun menjadi masalah besar bagi sebagian masyarakat yang kurang beruntung sehingga timbul lah gejolak yang mengarah pembubaran sekolah tersebut.Ya,..RSBI,itu nama salah satu sekolah yang menjadi impian pemerintah dan sebagian masyarakat yang akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun sayang beribu sayang imbas dari pembubaran sekolah ini terasa sekali dapaknya bagi sekolah tersebut. Ada beberapa hal yang penulis ketahui berkaitan dengan dampak yang dirasakan oleh sekolah tersebut diantaranya:
1. Masalah kelebihan guru pengajar.Hal ini disebabkan karena pada saat sekolah tersebut bersetatus RSBI, Struktur kurikulumnya lebih banyak ketimbang sekolah lain.Struktur Kurikulum RSBI memili 42 s.d 46 jam per minggu,lebih banyak 10 jam per minggu dengan sekolah lain.Akibatnya,ketika sekarang dihadapkan dengan perubahan status ini menyebabkan ada beberapa orang guru yang tidak mendapatkan jam mengajar.Lebih jauhnya ketika dikaitkan dengan dapodik maka secara otomatis guru tersebut tidak bisa mendapatkan tunjangan profesionalnya.
2. Masalah Sarana-Prasarana.Diakui bahwa RSBI memiliki sarana yang hampir dikatakan lengkap dan canggih,akan tetapi hal ini menjadi bumerang tatkala sekarang dikaitkan dengan pemeliharaannya karena dana yang dimiliki dari BOS sangatlah tipis.Hal ini disebabkan karena jumlah siswa di RSBI dibatasi hanya max 30 orang pe rombel.
3. Masalah Program peningkatan Kualitas juga menjadi konsen sekolah tersebut.Banyaknya program yang mendukung peningkatan kualitas baik bagi Pendidik dan Tenaga kependidikan,maupun untuk siswa,semuanya membutuhkan dana yang cukup tinggi.Rasanya sulit untuk tetap mempertahankan kualitas tanpa dukungan pendanaan yang memadai.
Dari ketiga masalah diatas yang paling berat dihadapi adalah masalah kelebihan guru karena hal ini berkaitan dengan hak dan kewajibanya.Ekses dari masalah ini mulai terasa tatkala guru tersebut tidak bisa mendapatkan tunjangan profeionalnya.Sekolah terus memutar otak untuk menyelamatkan hak dari guru-guru tersebut,namun terbentur dengan ketentuan aturan dan informasi yang tidak jelas berhubungan dengan dapodik.Akibatnya tibulah suasana yang tidak nyaman di lingkungan sekolah,saling mencurigai,dan saling ingin menyelamatkan diri.Ekses ini yang sebetul paling berbahaya dalam dunia pendidikan.Sementara kita mengajarkan kerukunan,toleransi,dan saling menghormati kepada siswa,namun berbanding terbalik dengan kondisi riil pada pendidiknya sendiri.lebih dari itu pembuat kebijakan (pemerintah)seolah tidak bertanggung jawab atas hal ini.(aduh jadi pusing...nich)
Seiring dengan bergulirnya keputusan pemerintah untuk mulai melaksanakan kurikulum 2013 diawal tahun pelajaran baru,berbagai pelatihan yang berkaitan dengan hal itu dilaksanakan diberbagai Lini dan tempat.Mulai dari pelatihan bagi instruktur pengawas nasional,provinsi,kepala sekolah,Instructur nasional,provinsi,guru inti,sampai kepada guru dari sekolah sasaran.Tujuan dari pelatihan ini pada intinya adalah mengubah mindset dari pemangku kepentingan dari pola pikir lama ke pola pikir baru yang merupakan jiwa nya kurikulum 2013 ini.
Walaupun terkesan tergesa-gesa akan tetapi esensi dari kegiatan pelatihan ini bisa diterima dengan baik oleh hampir keseluruhan peserta.Salah satu peserta dari unsur guru sasaran,penulis merasakan adanya perubahan yang signifikan dari kurikulum ini dimana terdapat penekanan pada Sofskill dan hardskill siswa dengan metode pendekatan ilmiah ( sciencetific approach)
Pengetahuan awal penulis sangat sedikit sekali tentang kurikulum 2013 ini,hanya tahu bahwa kurikulum 2013 ini mematikan kreatifitas guru dimana katanya bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai hal untuk guru mulai dari Sylabus,RPP, bahkan buku ajar sehingga guru hanya tinggal menyampaikannya di dalam kelas, akan tetapi setelah penulis mengikuti pelatihan tersebut ternyata tidaklah semuanya benar.Kurikulum 2013 ini sebenarnya adalah penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya.Pada kurikulum ini,tidak hanya kognitif skill saja yang ditonjolkan namun Afektif dan psikomotor pun dikembangkan.
Benar bahwa kurikulum 2013 ini menyediakan sylabus dan buku untuk disampaikan kepada siswa akan tetapi untuk perancangan RPP diserahkan kepada guru masing-masing dengan rambu-rambu tertentu.Buku sumber yang diberikan bukanlah satu-satunya sumber untuk belajar,pada kurikulum 2013 ini guru dituntuk pula untuk kreatif memanfaatkan berbagai macam sumber belajar yang ada dilingkungan sekirtar.Sumber belajar dapat diambil dari internet,radio televisi bahkan dari koran-koran bekas sekalipun,namun tetap disesuaikan dengan buku siswa.
Dalam hal langkah-langkah pemeblajaran yang biasanya menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual sekarang berubah dengan metode scienctific dimana langkah -langkahnya terdiri dari,mengamati,menanyakan,mencoba,menalar dan mengkomunikasikan.hal ini sebenarnya sudah terbiasa kita lakukan namun ada sedikit perbedaan terutama dalam hal penialiannya.
Pada kurikulum 2013 ini penilaiannya ditekankan kepada tiga aspek yakni pengetahuan,sikap dan keterampilan.Artinya assessment itu dilaksanan bukan hanya pen and paper saja dan bukan hanya penilan hasil saja namun juga dilaksanakan on going proses,yakni menilai sikap dan keterampilannya dengan sistem penilaian berbasis acuan patokan.Untuk itu rubrik prnilaian harus benar-benar tersiapkan...Bila anda ingin melihat contoh RPP dan bahan ajar kls 7 semester satu,silahkan download english corner Bahan Ajar Bogor 2013(dilanjut...ngantuk)
