INDIKATOR KINERJA KUNCI TAMBAHAN (IKKT)

Posted by dade On Kamis, 22 Desember 2011 0 komentar
Siapa yang tak kenal istilah RSBI, sebuah istilah yang sangat populer di dunia pendidikan. Sejak bergulirnya kebijakan adanya sekolah yang berlabel RSBI, semua orang terperangah dengan istilah tersebut, berbagai komentar pun bermunculan.Ada yang mengatakan itu hanya sekedar proyek pemerintah untuk menghambur-hamburkan uang rakyat,ada yang mengatakan itu hanya trik mendapatkan dana dari masyarakat ada pula yang mengatakan bahwa itu adalah program yang sia-sia dan tak akan mendapatkan hasil.
Istilah RSBI sering sekali diplesetkan dengan sebutan "Rintihan Sekolah Bertaraf Internasional",atau "Rintisan Sekolah Bertarif Internasional "dan banyak lagi.Banyak orang bertanya-tanya apa sih bedanya sekolah yang berlabel RSBI dengan sekolah yang tidak berlabel tersebut. Lewat tulisan ini saya akan coba paparkan sedikit apa yang saya ketahui tentang RSBI.
Sahabat pembaca,dalam hidup sering sekali kita merasa enjoy terhadap sesuatu yang telah terbiasa.Kita terkadang enggan menerima sesuatu yang baru yang belum kita kenal yang mungkin akan menyulitkan kita walaupun hal yang baru itu akan membawa kebaikan buat kita.Seperti contoh kita sudah terbiasa menulis dengan menggunakan pensil atau ballpoint dan kita mendapat kesulitan ketika harus menggunakan komputer karena kita harus belajar lagi. Inti kata kita selalu menolak dahulu sesuatu yang baru.
Sama halnya dengan lahirnya RSBI di kalangan dunia pendidikan.Bergulirnya RSBI pada tahun 2007 sebagai angkatan pertama juga menimbulkan berbagai komentar pro dan kontra. Ada yang merasa optimis bahwa program tersebut baik untuk dunia pendidikan ada yang pesimis bahkan kontra dengan menyebutnya sebagai dikotomi pendidikan.Terlepas dari pro dan kontra tersebut marilah kita pahami bersama apa makna dan tujuan dari RSBI tersebut.
RSBI adalah kependekan dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.Sebenarnya istilah ini masih banyak diperdebatkan karena standar internasional yang mana yang menjadi acuan.Maka dari itu penulis setuju dengan istilah yang disampaikan oleh Prof. Slamet yang menyebutkan bahwa istilah RSBI itu lebih baik bila menjadi International recognized School atau sekolah yang dikenal oleh internasional. Artinya sebuah sekolah yang dapat diakui sejajar dalam berbagai hal dengan sekolah yang ada di negara maju dapat dikatakan sebagai International recognized School. Untuk mensejajarkan dengan sekolah tersebut tentunya bukan hal yang mudah perlu kerja keras,waktu yang cukup dan dana yang tidak sedikit.Dengan adanya kebijakan dari kementrian pendidikanNasional, maka mulai tahun 2007 lahirlah sekolah sekolah Rintisan tersebut. Sekolah-sekolah ini akan dibina oleh pemerintah selama paling lama 5 tahun dan akan ditentukan nasibnya pada tahun kelima tersebut apakah akan naik menjadi SBI atau tetap atau mungkin kembali ke sekolah biasa.Untuk mewujudkan sekolah RSBI menjadiSBI tentu saja tidaklah mudah.
Seperti yang tercantum pada PP 17 tahun 2010 berkenaan dengan pengelolaan, yang dinamakan sekolah RSBI adalah sekolah yang telah melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang harus mewujudkan indikator kinerja kunci Tambahan (IKKT). Indikator-indikator tersebut merupakan indikator ciri internasional dari suatu sekolah. Karena RSBI itu sama dengan sekolah yang lain yang melaksanakan SNP, dalam pelaksanaannya RSBI juga melaksanakan kinerjanya berdasarkan 8 standar nasional pendidikan,mulai standar isi,SKL,Proses,PTK,sapras,Pengelolaan,Pembiayaan dan Penilaian. Perbedaanya terletak pada indikator kinerjanya saja. Sekolah SSN,SPM dan dibawahnya melaksanakan pekerjaannya berdasarkan indikator kinerja minimal (IKKM) sementara RSBI kinerjanya didasarkan pada IKKT. Berikut ini penulis akan paparkan IKKT berdasarkan SNP:

1. Standar Isi :

1. Pengembangan isi muatan kurikulum bertaraf internasional dari SKL, SK, KD, dan indikaor-indikator kompetensi terdiri dari pengembangan isi:

(1) mapel matematika

(2) mapel IPA

(3) mapel bahasa inggris

(4) mapel TIK

(5) mapel PTD

(6) Pendidikan Berbasis Keunggulan Global

(7) Program Ekonomi Kreatif

dalam bentuk bilingual

Bila kita melihat indikator diatas untuk standar isi,kita harus berpikir berkenaan dengan berbagai hal diataranya terkait dengan sarpras,SDM dan lainnya.(berlanjut)

0 komentar:

Posting Komentar