Reflikasi DBE3

Posted by dade On Senin, 17 Oktober 2011 0 komentar
Saya tuliskan semua ini hanya untuk instropeksi diri sebagai seorang guru....Berawal dari beberapa kesempatan saya untuk menyampaikan materi berkenaan dengan Better Teaching Learning yang kemudian disingkat menjadi BTL yang diselenggarakan oleh Decentralized Based Education (DBE),ada sesuatu yang menggelikan bagi diri saya. Tersadar dari apa yang saya lihat fakta di lapangan,memang dulu saya mengajar sama seperti mereka (teman2 guru yang mengikuti kegiatan).Bila diingat,betapa lugunya saya dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru yang hanya membuat siswa datang,duduk,diam tanpa ada aktivitas yang mendorong siswa mencapai kecakapan hidup.
Setelah banyak mendapatkan pelatihan/diklat,saya baru tersadar bahwa tugas dankewajiban seoraang guru itu bukan mengajar,akan tetapi membelajarkan.Terkadang kita lupa akan hal itu sehingga kita enjoy saja di depan menerangkan materi seolah-olah kita itu super star di depan kelas. Kita jejali anak dengan pengetahuan kita, kita jejali anak dengan buku yang ada dan kaku.kita selalu merasa puas tatkala materi buku sudah semuanya tersampaikan.Entah apakah siswa memiliki kemampuan atau tidak kita selalu bangga.Terkadang ada diantara kita yang diakhir semester enggan masuk kelas dan berkelit bahwa materinya sudah semua tersampaikan.....he...he..
Itu ..dulu...Sekarang saya yakin tidak akan ada lagi guru yang seperti itu.Saya percaya bahwa semua guru telah memahami Tujuan pendidikan tingkat Menengah/Dasar.Saya yakin bahwa guru mengetahui bahwa ada empat kecakapan hidup yang sedang dibangun melalui proses Belajar mengajar di dalam kelas yakni; kecakapan hidup personal,Akademis,Sosial dan Vokasional.
Dari keempat kecapan tersebut saya ingin membicarakan tentang dua diantaranya yaitu kecakapan Akademis dan Kecakapan Sosial.Alasan kenapa dua kecakapan ini yang di dahulukan dibahas,karena ini sangat langsung kita praktekan dengan mudah pada kegiatan PBM.
Berkaitan dengan PBM,pendekatan yang cocok untuk mengakomodir kecakapan tersebut adalah dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL). Tujuh pilar CTL ini telah memberi kesempatan pada siswa untuk mendapatkan dua kecakapan tersebut melalui pilar Constructivism,Inquiry,Questioning,modeling,authentic assessment, Learning community dan reflection.(ngantuk...dilanjut)

0 komentar:

Posting Komentar