Setelah kita memahami bahwa pada dasarnya pembelajaran itu untuk mengembangkan kecakapan hidup siswa terutama kecakapan Akademis, maka tentunya dalam memberikan kesempatan untuk siswa mengembangkan kecakapan tersebut perlu kita menyediakan problems material berupa pertanyaan,pertanyaan yang menuntut siswa untuk berpikir dan memcahkan masalah secara empiris dan logis.
Terkadang kita lupa atau tidak sadar pada saat kita memberikan masalah (pertanyaan) selalu berkutat pada pertanyaan yang menuntut skill cognitif atau comprehensif saja, sehingga siswa tidak diberi kesempatan untuk mengeksplore kemampuannya dalam memecahkan masalah.
Untuk menghindari hal itu,marilah kita kembali memahami tentang teori Taxonomi Bloom, yang mengkatagorikan tahapan berpikir siswa kedalam 5 tahapan. Seperti dituliskan pada teori tersebut tahapan berpikir yang paling rendah adalah Recalling (hapalan) diikuti dengan Comprhenting (pemahaman),Applicating (penerapan),Analizing ( menganalisa),Evaluating (menilai) dan Creating( mencipta). Dari kelima tahapan berpikir ini dapat digolongkan kedalam 3 golongan, yaitu ,Recalling (hapalan) dan Comprhenting (pemahaman) digolongkan pada tahapan terendah, Applicating (penerapan) digolongkan sedang dan Analizing ( menganalisa),Evaluating (menilai) dan Creating( mencipta) digolongkan pada tahapan berpikir tinggi.
Dengan mengkatagorikan tahapan berpikir tersebut kita akan sadar pertanyaan seperti apa yang layak untuk diajukan untuk siswa agar mereka mampu berpikir secara empiris dan logis. Dengan pertanyaan tingkat tinggi diharapkan siswa memiliki alur berpikir pemecahan masalah yang sistematis.
Pertanyaan analisis dapat meningkatkan sistematis berpikir karena siswa dituntut untuk mengkait-kaitkan pertanyaan (masalah) tersebut dengan berbagai hal. Dalam kegiatan ini siswa akan berpikir kritis dengan mennganalisa dari berbagai sisi.
Pertanyaan Evaluasi diperlukan agar siswa mampu membandingkan permasalahan dengan hal lain sehingga siswa akan mampu memberikan judgement (keputusan) terhadap permasalahan tersebut.
Pertanyaan Kreasi adalah pertanyaan dengan tahapan berpikir paling tinggi yang menuntuk siswa untuk selain berpikir kritis juga harus memiliki wawasan yang luas atas permasalah tersebut.
Sekedar berbagi, disini saya akan memberikan contoh pertanyaan yang menuntut tahap berpikir tingkat tinggi,namun secara kebetulan latar belakang saya jurusan bahasa inggris maka yang tampil pada tulisan ini dibuat dalam bahasa inggris.
Contoh pertanyaan yang meminta siswa untuk menganalisis :
1. What is differences between ......................?
2. What is the main idea /the topic of paragraph.....?
Contoh pertanyaan yang menuntut siswa untuk melakukan evaluasi :
1. Do you think that is true?Why?
2. What is the suitable title for the text?
Contoh pertanyaan yang menuntut siswa untuk berkreasi:
1. What do you think about .....?
2. What will happen to.....if you.....?
Itulah sekelumit pengetahuan yang penulis dapat mudah-mudahan ada manfaatnya.
Untuk menghindari hal itu,marilah kita kembali memahami tentang teori Taxonomi Bloom, yang mengkatagorikan tahapan berpikir siswa kedalam 5 tahapan. Seperti dituliskan pada teori tersebut tahapan berpikir yang paling rendah adalah Recalling (hapalan) diikuti dengan Comprhenting (pemahaman),Applicating (penerapan),Analizing ( menganalisa),Evaluating (menilai) dan Creating( mencipta). Dari kelima tahapan berpikir ini dapat digolongkan kedalam 3 golongan, yaitu ,Recalling (hapalan) dan Comprhenting (pemahaman) digolongkan pada tahapan terendah, Applicating (penerapan) digolongkan sedang dan Analizing ( menganalisa),Evaluating (menilai) dan Creating( mencipta) digolongkan pada tahapan berpikir tinggi.
Dengan mengkatagorikan tahapan berpikir tersebut kita akan sadar pertanyaan seperti apa yang layak untuk diajukan untuk siswa agar mereka mampu berpikir secara empiris dan logis. Dengan pertanyaan tingkat tinggi diharapkan siswa memiliki alur berpikir pemecahan masalah yang sistematis.
Pertanyaan analisis dapat meningkatkan sistematis berpikir karena siswa dituntut untuk mengkait-kaitkan pertanyaan (masalah) tersebut dengan berbagai hal. Dalam kegiatan ini siswa akan berpikir kritis dengan mennganalisa dari berbagai sisi.
Pertanyaan Evaluasi diperlukan agar siswa mampu membandingkan permasalahan dengan hal lain sehingga siswa akan mampu memberikan judgement (keputusan) terhadap permasalahan tersebut.
Pertanyaan Kreasi adalah pertanyaan dengan tahapan berpikir paling tinggi yang menuntuk siswa untuk selain berpikir kritis juga harus memiliki wawasan yang luas atas permasalah tersebut.
Sekedar berbagi, disini saya akan memberikan contoh pertanyaan yang menuntut tahap berpikir tingkat tinggi,namun secara kebetulan latar belakang saya jurusan bahasa inggris maka yang tampil pada tulisan ini dibuat dalam bahasa inggris.
Contoh pertanyaan yang meminta siswa untuk menganalisis :
1. What is differences between ......................?
2. What is the main idea /the topic of paragraph.....?
Contoh pertanyaan yang menuntut siswa untuk melakukan evaluasi :
1. Do you think that is true?Why?
2. What is the suitable title for the text?
Contoh pertanyaan yang menuntut siswa untuk berkreasi:
1. What do you think about .....?
2. What will happen to.....if you.....?
Itulah sekelumit pengetahuan yang penulis dapat mudah-mudahan ada manfaatnya.

0 komentar:
Posting Komentar